Tuesday, January 29, 2013

4 Days Macau - HongKong Trip

Greetings!
Setelah sekian lama berlalu, akhirnya saya bisa berbagi cerita tentang perjalanan saya ke Macau dan Hongkong bulan Maret 2012 yang lalu (maaf, sudah lama). Waktu itu saya pergi bersama teman-teman saya selama jadi buruh pabrik di Cikarang dulu, Mbak Olivya & Ester. Rute perjalanan kami: Jakarta - Kuala Lumpur - Macau - HongKong - Kuala Lumpur - Bandung (khusus untuk saya, ditambah penerbangan pp Jogja-Jakarta). Untuk tiket pesawat, total saya habis Rp1,1 juta. Murah ya? Tapi perjalanan kali ini sebetulnya tidak begitu menyenangkan, I'll tell you later.

Dimulai dari penerbangan Jakarta-Kuala Lumpur, kami menaiki penerbangan paling malam (jam 20:00). Sebelumnya, saya sendirian dari Jogja, sore, dan menunggu teman-teman saya yang berangkat dari Cikarang. Waktu menunggu itu, saya juga sempat diberi berkah membantu seorang TKW yang tiket pesawatnya expired, bersama para petugas bandara (saya harus bertelepon ria sama majikannya di Malay pakai bahasa inggris, soalnya si TKW nggak ngerti harus ngapain, grrr...). Okay, kami sampai di Kuala Lumpur tengah malam waktu sana. Sialnya, karena mau ada Grand Prix F1 atau apalah itu di Sepang, kami diusir di bandara, karena bandaranya mau disemprot obat nyamuk. Akhirnya kami tidur di trolley, di luar, terus digusur lagi suruh pindah ke dalam. Nggak bisa tidur deh.

Penerbangan kami ke Macau pagi-pagi. Sampai di Macau, ternyata udaranya nggak sedingin yang diperkirakan, waktu itu suhunya sekitar 18 derajat Celsius. Kami langsung menuju dorm Augusters (sama seperti waktu saya pertama kali ke Macau). Sayang, Richard (penjaga yang ramah) sedang pergi keluar negeri. Karena sudah tahu trik-nya kalau di Macau, kami langsung pergi ke kompleks St. Paul's Ruins dan Senado Square. Tidak lupa mencoba eggtaart & semacam crepes kaki lima, lalu keliling casino. Tentu saja The Venetian dikunjungi. Kami sempat lihat Dragon Bubble Show (eh?) di City Dream dan Zodiac Tree di MGM (kalau nggak salah ingat, saking banyaknya casino yang dikunjungi). Kami keliling gratisan, naik shuttle dari Grand Lisboa - Macau Harbour. Balik ke dorm, kami jalan-jalan di area sekitar Senado yang penuh gereja dan bangunan tua.
Macau dari atas bukit

 
The Venetian

Hari berikutnya, sebelum menyeberang ke HongKong, kami ke Fisherman's Wharf dan sekitarnya. Yang bikin lama adalah mencari Wine Museum dan Grand Prix Museum. Kata orang-orang sih di sekitar Macau Harbour & Fisherman's Wharf. Setelah luntang-lantung hujan-hujan, Ester menemukan jalan yang benar. Pergilah kita ke Wine Museum yang ternyata satu bangunan sama Grand Prix Museum. Sesuai namanya, Grand Prix Museum berisi replika mobil-mobil balap, sedangkan Wine Museum ya isinya wine. Di sana kami membeli voucher wine tasting, bisa untuk cobain 3 wine yang berbeda. Karena kami bertiga, pesan saja yang beda-beda, jadi bisa cicipi semuanya, hohoho... Kami mencoba wine 19%, satu sloki sudah bikin puyeng.
Grand Prix Museum

Salah satu mobil balap

 Pilihan wine yang tersedia...

Setelah itu, pergilah kami ke Macau Harbour untuk menyeberang. Tiket sudah dibeli. Sambil menunggu, kami makan. Seporsi untuk bertiga, karena porsinya besar. Setelah makan, sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Salah seorang teman saya ini kehilangan benda berharga, ketinggalan di wastafel toilet, dan diambil orang. Kami bertanya ke petugas-petugas di sana, tapi mereka nggak ngerti bahasa inggris. Lost and found juga nggak ada :( Karena terdesak waktu keberangkatan ferry, terpaksa teman saya itu harus merelakan barangnya dan sampai sekarang, dia masih menghindari saya :(

Sampai HongKong, begitu mendarat di Kowloon, kami langsung jalan ke ChungKing Mansion (karena dapat penginapannya di sana). Lift-nya antri *sigh* dan Ester mendapat kamar terpisah di dorm, sementara saya dan Mbak Olivya satu kamar. Itu juga karena sedang peak season, penginapannya penuh. Bahkan besok malamnya kami menginap di penginapan yang berbeda lagi (tapi masih di ChungKing Mansion). Oiya, di trip yang kedua-kalinya ini, kamar mandinya sudah mendingan daripada waktu trip pertama. Kamar mandi, walaupun ukurannya tetep 1x1,5 meter, tapi sudah BERPINTU :) Hari itu diisi dengan pergi ke Ladies Market dan lihat-lihat Harbour. Sayangnya kami melewatkan Symphony of the Lights. 

Keesokan harinya, kami ke Flower Festival di Causeway Bay. Bagus sekali bunga-bunganya ^^ ada tulip juga, asli! Karena itu hari Minggu, maka seperti biasa, banyak TKI. Kami bertemu dengan salah seorang pembantu yang modis (nggak penting ya). Dari Causeway Bay lanjut foto-foto di depan Disneyland dan ke Ngong Ping. Sampai Ngong Ping sial lagi. Cable car-nya nggak jalan. Konon sudah beberapa bulan tutup karena maintenance. Ester malah senang, soalnya dia takut ketinggian :p Akhirnya kami naik bis ke Giant Buddha dan bisnya itu harus antri panjang... Sampai puncak Ngong Ping, kami ke Giant Buddha, foto-foto, makan vegetarian, dan balik naik bis juga (dan antri juga). Bis terakhir berangkat jam 4 sore dari Ngong Ping. Setelah itu, kami menuju The Peak menggunakan bus. Maunya sih cobain naik tram yang terkenal curam itu. Nggak taunya, setelah muter-muter, bisnya sudah sampai puncak --" Ya sudah, kita lihat pemandangan yang agak berkabut dari atas (nggak minat masuk ke Madame Tussauds). Pulangnya barulah kami naik tram yang antri panjang... Sekali lagi, kami melewatkan Symphony of Lights, hanya bisa melihat dari dalam peak tram yang penuh. Saya berdiri di dalam tram yang curam itu.

Beautiful flowers!

Malam sebelum pulang, kami sudah di penginapan yang beda lagi. Kami bertiga ditempatkan di satu kamar, plus satu cowok Madagaskar. Dia pedagang yang kulakan, makanya bawa koper-koper raksasa. No problemo. Setelah menginap semalam, pagi-pagi kami sudah harus ke bandara HongKong. Saran saya, berangkatlah 3-4 jam sebelum terbang, karena begitu sampai bandara, masih harus jalan/naik subway gonta-ganti. Oiya, MTR ke bandara HongKong tarifnya beda dengan MTR biasa. Kalau dirupiahkan kira-kira Rp130.000. Kami sarapan di bandara, dan ternyata Burger King di HongKong itu murah! :D Yea, terbanglah kami ke Kuala Lumpur, lalu ke Bandung. Sampai di Bandung sudah malam. Saya memilih menunggu di shuttle Cipaganti, sementara kedua teman saya naik bis ke Cikarang. Saya naik Cipaganti jam 1 dini hari ke Soekarno-Hatta. Sampai sana jam 4 dan penerbangan saya ke Jogja jam 5:50.

Well, that's my experience. Akhirnya ditulis juga di sini :) Kalau ada pertanyaan, silakan ditulis di comment, di bawah ya...