Saturday, June 11, 2011

3 Hours in Shenzhen

Sambungan dari Hong-Kong^^

Tias dan saya menginjak perbatasan HongKong dan Shenzhen di Luo Wu, setelah naik MTR dari Ngong Ping (mantap menyeberang HongKong :). Berdoa nih, semoga Visa On Arrival (VOA)-nya sudah bisa lagi untuk WNI, karena hingga akhir Januari 2011, VOA Shenzhen ditutup gara-gara olimpiade, setelah itu belum ada kabar sudah boleh lagi atau belum. Keluar dari HongKong, kami jalan terus menuju tempat aplikasi VOA. Kali ini yang digunakan adalah metode mengikuti orang-orang :) Tempat aplikasi VOA Shenzhen ada di lantai 2, sehingga dari tempat mengisi formulir, kami masih harus naik eskalator sekali. Waktu itu sudah sekitar jam 4 sore, kami juga takut imigrasinya tutup, hehehe.... Sampai lantai 2, kami menyerahkan paspor & formulir. Deg-degan juga, soalnya bapak petugas imigrasinya nggak senyum, takutnya VOAnya ditolak. Kami dipotret, lalu disuruh menunggu. Syukurlah, VOA-nya sudah boleh! Saya kembali menukar HKD dengan RMB di money changer di sana (gara-gara salah tukar di Macau!). Dengan 160 RMB, masuklah kami ke Shenzhen :D
VOA Shenzhen di paspor saya (kiri) - boarding pass (kanan)

Jalan masuk ke Shenzhen (termasuk tempat urusan VOA-nya) seperti mall. Banyak toko & money changer di sepanjang lorong gedung. Kami segera menuju stasiun Metro Shenzhen (kereta bawah tanah-nya Shenzhen). Bagi kami, terasa sekali bedanya dengan HongKong. Kami jadi buta huruf di Shenzhen, karena nggak ada tulisan NORMAL! Whoa... Orang sana juga tidak banyak yang bisa bahasa inggris. Repot nih waktu mau beli token Metro Shenzhen, karena belinya menggunakan mesin penjual yang tulisannya cina semua! Jurus berikutnya: tunggu dekat mesin sambil nanya orang satu-satu yang beli token di sana. Setelah tanya beberapa kali, akhirnya ada yang merespon, walaupun mereka nggak tau waktu kami menyebut tujuan kami: "Window of The World" (WoW). Astaga... Padahal saya lupa tuh bahasa cinanya, cuma ingat "chuang" apa... gitu. Nggak taunya "Sie Jie Zhi Chuang". Ya, syukur ada yang membantu. Masuk ke subway, kalau di HK tinggal tap Octopus Card, kalau di Shenzhen masukkan token. Kami sekalian beli token pulang-pergi, 10 RMB, biar nggak bingung belinya :p Strategi berikutnya: Menyalin tulisan "Sie Jie Zhi Chuang" biar nggak nyasar. Keretanya penuh sekali. Kelihatan banget kalau orang sana nggak sabaran, huuh... (ini dari sudut pandang orang Jawa lho, no offense). Di kereta, kami pelototi lampu petunjuk pemberhentian. Cukup lama juga perjalanan ke Window of The World, sekitar 45 menit.
 Stasiun Shenzhen (malam, waktu mau ke HK)

Begitu turun dari kereta, kami menyadari betapa bergunanya "gambar" yang kami buat sebelumnya, hehehe... Papan petunjuk arahnya huruf cina semua!! Ya sudah, berarti tinggal mencocokkan :D Ya, kami berhasil ke Window of The World tanpa kesasar :)) Keluar dari stasiun, kami sudah tiba di gerbang WoW yang mirip Louvre Perancis itu. Yosh! Setelah berfoto sebentar di gerbang, kami beli tiket masuk seharga 140 RMB dan masuk ke sana. Replikanya bener-bener keren! Terutama menara Eiffel-nya yang dibuat 1/3 kali aslinya (cuma sayangnya kalau malam ada tulisan cina warna merah). Memang seperti TMII sih, tapi replika di sini serasa keliling dunia. Kami berpacu dengan matahari, soalnya kalau gelap foto-fotonya nggak bagus :S
Gerbang ala Louvre

Pintu masuk Window of The World

Replika bangunan super-besar

Seperti di Italia (sayangnya sudah gelap)

Kapan ke Belanda ya?

WoW ini luas, siap-siap pegel aja kalau jalan-jalan di sini. Kami foto-foto sampai gelap, terus cari makan malam di KFC sana. Cina termasuk bangsa pemakan nasi, tapi anehnya nasi jarang ditemui (mungkin musim dingin, padi nggak hidup). Makan sebentar di KFC, sambil menghangatkan badan, kami ingat kalau harus sampai hostel sebelum jam 10 malam (katanya lift-nya dimatikan jam 10 malam). Oww... Jam 20.30 waktu setempat kami cabut dari Shenzhen. Oh iya, hari itu hari Valentine, 14 Februari 2011. Banyak pasangan di sepanjang jalan. Orang sana ternyata nggak malu-malu ciuman ya, hahaha...

Kami cepat-cepat naik kereta menuju HongKong, nggak sempat kemana-mana lagi, padahal di bangunan perbatasan Shenzhen-HongKong (Luo Wu) banyak toko yang terkenal murah lho... Kami juga sempat meragukan bangunan ini: tempat imigrasi (perbatasan) atau mall? Soalnya lebih seperti tempat belanja daripada perbatasan. Di kereta sudah teparrr.... Hosh... hosh... sampai stasiun Tsim Sha Tsui jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, oww... Khawatir nih, kamar kami di lantai 12! Sampai Mirador Mansion, lift memang sudah pada mati, tapi ternyata masih ada 1 lift yang hidup 24 jam, bravo! Yup, langsung terkapar, karena esok harinya kami harus pindah lagi ke Macau ^_^
See you in Macau (again:)!



8 comments:

  1. mau tanya sebelumnya sudah pernah punya visa china ? terima kasih atas infonya

    ReplyDelete
  2. Belum, kami pakai Visa-On-Arrival, buat visa waktu tiba di Shenzhen.

    ReplyDelete
  3. Tengkiu atas infonya. . . . .Sorry nanya lagi , berarti kalo sayapergi tgl 28 juni'11 bisa apply voa juga ya? Tx b4

    ReplyDelete
  4. Setahu saya, saat ini sedang tidak ada acara setaraf Olimpiade di China (biasanya kalau ada event internasional yang besar, VOA ditutup), sehingga 28 Juni kemungkinan besar bisa VOA.

    Kalau Anda dari Luo Wu (HK), tempat apply visa-nya naik 1 lantai dari tempat ambil formulirnya (tempat antre orang-orang cina cap paspor).

    ReplyDelete
  5. Oke dech. . . .jadi tambah yakin bisa voa nich :-) thank you - GBU

    ReplyDelete
  6. Have a nice trip :)
    Kalau sudah berhasil ke Shenzhen cerita-cerita ya...

    ReplyDelete
  7. ayooo.. lanjutin lagi dong ceritanyaaa,,
    penasaran niiih...

    tanya doong,, kira2 di deket2 WoW ada hotel/hostel yg murah & bersih gaaa??..

    thanx,,

    ReplyDelete
  8. Hahaha, cerita waktu kembali ke Macau sedang ditulis :)

    Di dekat WoW adanya hotel besar-besar, tarifnya rata-rata 250-350 RMB (coba dikalikan Rp1400 :). Hostel mungkin ada, tapi sepertinya meragukan & karena kemarin masih ragu-ragu VOA plus buta bahasa cina, kami nggak nginap di Shenzhen (takutnya udah book penginapan, VOA belum bisa, & takut ditipu orang gara-gara ga bisa bahasa cina :p).

    FYI, Shenzhen daerah yang bagus, tapi HongKong lebih teratur & masih banyak petunjuk berbahasa inggris di HK.

    ReplyDelete