Thursday, October 25, 2012

Melaka

Sewaktu hidup di Kuala Lumpur, 2 kali saya main ke Melaka, salah satu negara bagian Malaysia yang memiliki situs bersejarah yang dilindungi UNESCO. Melaka terletak di selatan Selangor (KL) dan ditempuh dengan naik bis 2,5 jam dari Terminal Bersepadu Selatan atau TBS (Sekarang rute selatan tidak bisa dari Puduraya, harus dari TBS). TBS dijangkau dengan naik feeder bus dari Puduraya, atau naik KTM Komuter dari KL Sentral. Harga tiketnya cuma RM 2.

Dari TBS, terminal bus yang seperti bandara itu, belilah tiket bus ke Melaka Sentral. Bus biasa sih harga tiketnya cuma RM 10, tapi sudah enak itu ^^ Bus di sana nggak seperti di Indonesia deh, bisa diandalkan waktunya, nggak ngaret.
Terminal Bersepadu Selatan (TBS), terminal bus yang kayak bandara

Setelah sampai Melaka Sentral, pergilah ke terminal "domestik" Melaka (bukan antar negara bagian) dan cari bus Panorama Melaka (warna merah) yang menuju ke Historical Site, kalau sopirnya nggak tau, bilang saja Christ Church atau A Famosa. Harga tiket busnya RM 1. Nanti setelah naik bus, kalau sudah sampai ke area bangunan-bangunan berwarna merah, artinya sudah sampai ke Historical Site, saatnya turun ^^
Christ Church Melaka

Kalau turun di Christ Church (gereja Anglican), berarti sebaiknya jalan ke arah datangnya bus, arah kantor pos, sampai nemu Francis Xavier Church, gereja Katolik. Di sebrangnya ada parkiran mobil dengan tulisan besar "Welcome to Melaka," bisa untuk foto :) Di deretan tulisan itu ada toko-toko souvenir, dan di sebaliknya ada kanal, indah untuk berfoto ^^ Di kanal itu juga ada beberapa kafe dengan harga makanan cukup terjangkau.
 Bangunan kuno merah
 
 Cafe pinggir kanal

 Makan twist potato dulu ah....

Church of St. Francis Xavier


Welcome to Melaka

Kalau di sisi Francis Xavier Church, apabila jalan di sebaliknya, ada bangunan-bangunan kuno berwarna biru, kios souvenir, dan tembus di Christ Church.
Bangunan kuno warna biru

Di sekitar Christ Church banyak terdapat becak-becak hias. Dari Christ Church ke kiri, itu banyak bangunan-bangunan kuno. Naik bukit, bakal nemu Stadthuys (ini museum), museum Laksamana Cheng Ho, museum Pemerintah, dan kalau lurus lagi sampai ke reruntuhan gereja St. Paul (seperti di Macau :).
 
 Stadthuys
 
 Museum Laksamana Cheng Ho

 
 Pemandangan dari atas bukit

Reruntuhan Gereja St. Paul

Dari reruntuhan gereja, apabila menuruni bukit, sampailah di A Famosa dan istana Raja Melaka. Dari A Famosa, untuk jalan kembali, sebaiknya menyusuri rute yang berbeda (tidak usah naik bukit lagi). Jalannya berwarna merah juga dan melewati beberapa museum, seperti museum UMNO (partai nasional Malaysia).
A Famosa

Salah satu gedung kuno (bank kalau nggak salah)

Kalau sudah sampai Christ Church, belok kiri (ke arah laut), ada kincir air raksasa, ada meriam-meriam peninggalan VOC, dan kalau lurus (ambil jalan sebelah kiri) ke arah laut, ada kapal raksasa terdampar di tengah kota. Kapal itu sekarang dijadikan museum. Untuk masuk museum di dalam kapal, turis harus membayar.

Meriam peninggalan VOC

 
 Kincir air raksasa

Seolah-olah di Belanda

Di atas kapal

Museum Kapal

Di Melaka juga ada river tour. Harganya sekitar RM20 per orang. Daftarnya bisa di dekat museum kapal itu. Konon, tour-nya akan lebih bagus di malam hari, karena bisa melihat gemerlap lampu sepanjang kanal. Sayangnya sewaktu saya ke Melaka sedang thunderstorm, sehingga tour-nya tidak beroperasi. Serem sih thunderstorm-nya >.<
Dermaga di Melaka, dekat boat yang untuk tour

Jika hendak kembali ke Melaka Sentral, naik bus bisa dari balik mall Mahkota Parade: dari museum kapal, jalan terus, lewat Menara Taming Sari (menara yang bisa lihat town view), menyeberang, sampai. Masuk mall, sampai ujung, keluar, lalu menyeberang jalan. Bus Panorama Melaka akan lebih cepat kalau naik dari situ. FYI, nunggu busnya lama lho... Harga tiket ke Melaka Sentral murah, RM 1 saja, dibandingkan taksi yang biasanya minta RM20 -___-
Menara Taming Sari

Pintu masuk Mahkota Parade

Di Melaka Sentral, bus paling akhir ke KL itu jam 9 malam. Tiketnya bisa dibeli langsung di Melaka Sentral. Kalau bus biasa harganya sama seperti dari KL ke Melaka, RM 10. Bus itu sampai TBS (ingat, KTM Komuter ke KL Sentral terakhir jam 11 malam). Kalau mau bus eksekutif yang sampai KL Sentral, harganya RM 20. Di Melaka Sentral, ada beberapa rumah makan, tapi saya suka nasi goreng teri di sana, hehe...   

Kuliner Malaysia

Jalan-jalan ke Malaysia, konon belum lengkap kalau nggak nyobain kulinernya. Malaysia terdiri dari 3 suku: Melayu, Cina, India yang masing-masing masih keukeuh sama tradisinya (nanti mungkin seperti Indonesia, lama-lama pemerintah Cina & India melapor kalau ada bagian kebudayaannya yang diakui Malaysia :p). Ini sekedar berbagi info makanan-makanan yang saya cicipi selama di Malaysia.

Chicken Noodle
Ini bagian dari kebudayaan Cina. Kalau di Malaysia, bilang "noodle" atau "mee" itu sama aja kalau di sini mie yang kecil, alias bihun. Yang di gambar ini saya beli untuk sarapan di dekat tempat tinggal saya waktu itu, di dekat Bangsar Village. Rumah makan ini buka kalau pagi, menunya bahasa cina dan yang punya tetep keukeuh pakai bahasa cina juga...

Rasanya lumayan, sambalnya sedikit beda dengan di Indonesia. Sambal masakan cina di Malaysia itu cuma semacam cabe hijau besar dirajang, lalu kita menuangkan kecap asin sendiri ke cabe itu (lihat gambar di bawah). Seporsi makanan ini saya beli seharga RM 5 waktu itu.  


Chicken Noodle (bahasa cinanya saya nggak tau)

Ampang Chinese Food
Makanan-makanan di bawah ini saya cicipi sewaktu ditraktir teman kantor dan keluarganya di daerah Ampang. Waktu itu masih dalam suasana imlek, hehehe... Masakannya mirip sama masakan cina di Indonesia kok, cuma rasanya memang lebih spicy di Malaysia.
Ca Sayuran (nama sayurannya saya lupa --")

Ikan rebus kuah bumbu

Saya paling suka tofu (gambar di bawah). Tahunya lembut, menggunakan tahu sutra. Rasa saosnya enak.
Tofu

Masakan India
Di KL, ada banyak "mamak" (kedai makan India). Di mamak, biasanya makanannya berkare-kare dan dalam porsi besar. Yang biasanya murah itu roti canai, harganya sekitar RM 1-RM 2. Untuk menu nasi, istilah berikut harus diketahui orang Indonesia:

Nasi Kandar, yang disebut "nasi kandar" itu nasi yang dicampur aneka macam kuah kare. Seperti iklan rokok yang makan di rumah makan padang tapi cuma kuahnya saja itu...

Nasi Lemak, kalau nasi lemak ini sama saja nasi uduk kalau di Indonesia. Biasanya disajikan pakai telur dadar, abon, kering tempe, kacang, teri.

Naan, ini adalah "pizza"nya India (gambar di bawah). Rotinya tebal seperti roti pizza, dan dibakar. Saya suka garlic Naan & cheese. Rasanya ringan, enak banget! 
Garlic & butter Naan

Chicken Tandoori, alias ayam tanduri. Tandoori itu masakan bumbu merah khas India. Saya sendiri nggak begitu suka rasanya, hambar berempah gimanaaa... gitu.

Masakan India biasanya disajikan dengan Pudina. Lihat gambar di bawah, pudina itu saos hijau di gambar tersebut. Rasanya pedas, tapi ada mint-nya. Konsentrasinya nggak kental seperti wasabi, melainkan encer seperti kuah.
 
Chicken Tandoori served with Pudina Chutney
Roti Tisu. Seperti namanya, roti ini tipis dan crispy. Ini saya beli di mamak langganan saya di dekat rumah tinggal di Bangsar, Nasi Kandar Pelita :) Roti Tisu ini lebar. Saking lebarnya, disajikan menyerupai kerucut dan diberi susu kental manis. Makanan ini nggak bikin kenyang kok.
 
 
Roti Tisu

Roti Canai India, biasanya disertai dengan kuah kare. Ada Roti Canai original, ada juga yang dicampur telur (lebih mahal). Gambar di bawah ini adalah Roti Canai original dengan 3 macam kuah kare dengan tingkat kepedasan dan rasa yang berbeda. Orang India di sana biasa makan kare, roti, nasi pakai tangan saja. Tapi kalau saya harus pakai sendok-garpu. Oiya, kalau minta sendok, sebut saja "sudu," di Malaysia "sendok" itu istilah untuk centong nasi atau sendok sayur.

Kalau sedang ingin makan sedikit, saya biasanya sarapan roti canai dan teh tarik... yummy! 

Roti Canai dan Teh Tarik

Roti Canai

Roti Pita, ini roti tipis, dibentuk seperti bakpao, dan diisi sesuatu di dalamnya.
Ada juga Roti Bom, ini malah seperti pastry-nya India :)

Irish Food
Waktu meeting dengan klien, saya ditraktir di Irish Resto, di area perkantoran di Kuala Lumpur. Saya memesan Fish & Chips alias ikan dan kentang goreng. Nggak nyangka, ternyata ikannya segede gaban! Disajikan dengan spicy mayonnaise. Yum! Sampai kekenyangan saya...
Fish & Chips

Thai Food
Sewaktu membantu shopping barang-barang kantor, saya ditraktir lagi sama teman kantor saya, kali ini masakan Thailand. Ada acar mangga muda (Yam Ma Muang), Tom Yam, dan acar pepaya muda (Som Tum). Yang membuat orang Thailand, karena semenanjung Malaysia dekat dengan Thailand.

Yam Ma Muang

Tom Yam Noodle

Som Tum

Kalau yang ini Xiamen Noodle yang saya cicipi sewaktu main ke Hat Yai, Thailand Selatan.
Xiamen Noodle

Air Minum Kemasan di Thailand yang seperti air accu -___-
 
Masakan Melayu
Kalau yang ini nggak usah dijelaskan banyak banyak, soalnya seperti masakan Padang dan masakan Indonesia umumnya. Yang di bawah ini adalah Nasi Kukus, sewaktu saya ditraktir di Old Town Coffee sama teman kantor ^^
Nasi kukus itu nasi yang "dikukus" dengan berbagai bumbu. Yang saya pesan ini dicampur dengan jamur dan ayam. Yummy!

Kalau orang Indonesia punya lumpia, di Malaysia ada Popia, lumpia yang isinya sayur :) orang kantor sering beli untuk cemilan.


Nasi Kukus

Masakan Arab
Sewaktu diajak jalan-jalan ke Masjid Putera di Puterajaya (kawasan pemerintahan di KL), saya ditraktir masakan Arab di restoran di lower ground masjid. Karena nggak familiar sama nama masakannya, saya pesan kebab, dan datanglah makanan seperti yang di bawah ini... Porsinya jumbo!

Kebab dan Nasi Briyani

Ini pesanan teman saya, daging kambing ala Arab dengan nasi briyani...
Arabic Lamb Cuisine (saya lupa nama menunya)

Monday, September 17, 2012

A Lonely Traveler's Crazy Dreams: Agenda Traveling 2012

Apa yang terjadi kalau kere alias miskin, tapi pengen jalan-jalan ke luar negeri? Kata Mbak Trinity ada beberapa kemungkinan, misalnya: berburu promo, sekolah (kalau ini harus lama), ikut kompetisi, duta olahraga, atau jadi duta kesenian. Nah, saya mau menambahkan lagi sebagai mahasiswa: internship dan menulis artikel ilmiah! Ini sudah terbukti bisa mengirim saya ke negara yang visa-nya terkenal susah dan hanya orang yang memiliki akun bank sejumlah tertentu yang lolos... Tapi sayangnya nggak semua lembaga pendidikan di Indonesia support dengan penelitian mahasiswanya.

Empat tahun yang lalu, saya punya cita-cita sederhana: naik pesawat terbang. Orangtua saya bukan tipe yang suka mengajak jalan-jalan keluarga. Kumpul keluarga besar saja sangat jarang. Cita-cita sederhana saya ini tercapai saat saya menciptakan kondisi "terpaksa." Bulan November 2009, ketika saya harus bekerja di sebuah perusahaan di Depok, sementara saya harus wisuda sarjana di hari kerja (Rabu). Untuk meminimalkan bolos, maka saya "terpaksa" naik pesawat, dan tercapailah cita-cita saya :D

Berikutnya, impian saya meningkat: pengen keluar negeri :D
Waktu itu, paspor nggak punya. Ortu juga nggak punya paspor dan nggak kebayang cara ngurusnya. Pekerjaan saya juga terkurung dalam pabrik yang sangat ketat. Bolos aja suruh ganti hari! dan jabatan saya bukanlah jabatan yang memungkinkan untuk business travel. Tapi "untung"nya saya keluar dari kerjaan lama dan menjadi mahasiswa dengan pekerjaan baru dengan hourly rate :) Jadi, saya dibayar sesuai jam kerja saya. Kalau nggak masuk kerja ya nggak dibayar. Dengan status baru saya ini, ditambah keberuntungan, maka cita-cita saya untuk keluar negeri tercapai pada bulan Februari 2011 yang lalu, dan nggak tanggung-tanggung, saya mengunjungi 4 negara dalam 4 hari, yaitu Malaysia, Macau, Hong Kong, dan RRC. Macau dan Hong Kong saya anggap "negara" karena benderanya, mata uangnya, dan kebijakan visa-nya berbeda dengan Republik Rakyat Cina.

Tahun 2012 ini, cita-cita saya semakin menggila :D, saya ingin mengunjungi sebanyak mungkin tempat yang belum pernah saya kunjungi. Voila! Tuhan mengabulkan impian saya ini. Nggak punya kartu kredit, Tuhan memberi saya teman-teman yang baik, yang bersedia membayarkan dulu bagi saya kalau beli tiket dengan mata uang asing. Thank you, friends! Saya melakukan banyak perjalanan di 2012 ini, yaitu:

2 Januari - 9 Maret 2012, saya diterima untuk mencicipi jadi TKW kantoran di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan visa profesional di paspor saya :D


awal Februari 2012, bosan di KL, iseng-iseng saya mencoba naik kereta api ke Singapura dan sampailah saya di Singapura untuk pertama kalinya.

awal Maret 2012, karena salah cap paspor sewaktu di Singapura, saya "terpaksa" keluar Malaysia untuk kemudian paspor saya dicap lagi sewaktu masuk. Jadilah saya pergi ke negara tetangga, Thailand, untuk pertama kalinya :) di kota Hat Yai.


Negara bagian lain Malaysia juga saya kunjungi, pada akhir internship saya, yaitu Melaka (Malacca). Dua kali saya ke sana, naik bis. Di sana banyak bangunan kuno yang keren. Sayang, saya belum sempat membahas banyak di blog ini.


akhir Maret 2012, saya sudah membeli tiket promo ke Macau dan Hong Kong (lagi) via Kuala Lumpur, bersama 2 orang teman. Beli tiketnya tahun 2011 seharga kurang lebih Rp1,1 juta pp. Ceritanya juga belum sempat saya tulis, karena saya mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di Hong Kong :(

3-5 Mei 2012, saya sudah membeli tiket promo setahun sebelumnya ke Langkawi, Malaysia via Kuala Lumpur dan Penang, bersama seorang teman. Langkawi itu bagus pemandangannya, dan di sana banyak duty free shops. Maaf juga, ceritanya belum sempat saya tuliskan di sini.


4-10 Juni 2012, secara tidak terduga, saya diundang ke Roma, Italia untuk mempresentasikan karya saya, dan beruntungnya lagi, saya dapat sponsor. Jadilah saya merambah benua Eropa untuk pertama kalinya seorang diri, dan mampir di Doha, Qatar selama 9 jam (saat berangkat) dan kalau nggak salah 3 jam (saat pulang). Ya, hitung-hitung pernah lah ke Timur Tengah yang panas, walaupun nggak ada bukti di paspor. Tidak lupa, saya mengunjungi negara tetangga, yaitu Vatican City yang bisa dicapai dengan berjalan kaki (beneran loh!)



23-25 Juni 2012, saya telah membeli tiket pp Yogyakarta-Singapura seharga Rp500 ribuan gara-gara dulu pengen banget mengunjungi Singapura, hehehe. Beli tiketnya akhir tahun 2011. Kali ini solo backpacking ke Singapura, di sana bertemu 3 teman saya dari Bandung, dan malah wisata shopping. Ya sudahlah, tambah pengetahuan tentang brand dan perilaku konsumen :)

1-3 September 2012 barusan, saya beruntung lagi bisa mengunjungi Ho Chi Minh (Saigon) City, Vietnam bersama 2 orang teman. Walaupun sebentar, saya sudah bisa keliling kota, mengunjungi Cu Chi Tunnel yang legendaris, dan mengarungi Delta Mekong. Sayangnya nggak sempat ke Kamboja. Suatu hari nanti pengen sih ke Angkor Wat via Ho Chi Minh City :p

Sisa perjalanan tahun ini kemungkinan akan saya lalui sendirian sebagai solo backpacker :) masih ada sisa ini nih:

26-28 Oktober 2012, long weekend Idul Adha, saya akan ke Kuala Lumpur, Penang, dan mungkin diteruskan ke Krabi, Thailand.

7-8 November 2012, saya kembali diundang ke London, UK, untuk mempresentasikan karya saya. Tapi so far saya belum dapat sponsor, jadi belum tahu, mau berangkat atau tidak...

25-27 November 2012, saya akan solo backpacking ke Bangkok. Penasaran sih, seperti apa Bangkok itu gara-gara film "Yes or No" :D Ada yang mau menemani saya? :p

12 kali berkelana di luar Indonesia dalam setahun itu merupakan hal yang luar biasa bagi saya ^^ 10 negara dalam 2 tahun, itu juga luar biasa (paling nggak bagi saya lho), karena itu menggunakan hasil jerih payah saya sendiri :) Mari me-lang-lang buana...

Sunday, September 16, 2012

A Backpacker Girl

Nggak terasa, sudah hampir 2 tahun saya jadi backpacker :)
Pengalaman pertama saya keluar negeri baru Februari 2011 yang lalu, hehehe (bisa dibaca di http://diptadh.blogspot.com/2011/03/malay-sia.html), dan pengalaman pertama saya naik pesawat terbang itu baru November 2009 sebagai "hadiah" wisuda S1 saya, karena saya harus pp Jakarta-Jogja dalam 1 hari >.<

Pengalaman jadi backpacker memang bikin ketagihan. Ada kalanya pengen menjelajah tempat baru, kebetulan ada promo pesawat, tapi nggak ada teman. Itu sering terjadi pada saya. Kalau traveling dalam negeri, beberapa kali saya pergi sendirian, alias solo backpacking. Misalnya ke Bandung dari Cikarang naik bis Prima Jasa jaman jadi anak kost dulu, terus di Bandung nebeng menginap di mess sebuah perusahaan di Cimahi (eh udah Bandung coret :p), hanya dengan berbekal ransel dan peta. Angkot juga masih tanya sana-sini. Waktu saya masih jadi anak kost di Depok juga sering pergi ke Jakarta sendirian (eh ini deket ya :p) padahal baru datang dari "desa" Jogja, belum tau jalan-jalan di ibukota. Alhasil kalau naik angkot, saya berjuang untuk duduk/berdiri dekat pintu dan terus mengawasi jalanan. Tidak lupa tanya ini-itu ke kernet bis, sampai bosen ngejawab. Oiya, kalau ada yang bernasib seperti saya, mungkin post http://diptadh.blogspot.com/2011/03/hidup-di-cimanggis-bayer-internship.html bisa membantu :)

Kalau keluar negeri, beberapa kali saya pergi sendirian. Rasa penasaran mengalahkan kegalauan "nggak punya teman" itu tadi. Waktu ke Hat Yai gara-gara salah cap paspor (ceritanya di http://diptadh.blogspot.com/2012/04/hat-yai-creating-my-own-lonely-planet.html) saya juga "terpaksa" pergi sendirian karena teman saya memilih untuk menabung demi menonton konser band Jepang di Jakarta, sementara kalau ke Singapore lagi nggak seru ah. Pengalaman yang seru lagi adalah waktu saya diundang presentasi ke Roma, Italia. Karena yang diundang saya sendirian, maka saya menjadi solo backpacker ke Italia, hohoho... Total penerbangan selama 16 jam, 1 jam Jogja-Jakarta, 9 jam Jakarta-Middle East, dan 6 jam Middle East-Roma. Belum lagi transit yang cukup lama. Kemarin saya transit 9 jam di padang pasir alias Middle East, sendirian. Yang jungkir-balik orangtua saya, karena anaknya "hilang" hampir 2 hari (ya iyalah, perjalanan lama dan di pesawat mana bisa telepon atau SMS, kecuali beli kredit yang saya nggak tau gimana caranya, soalnya nggak punya kartu kredit). Solo traveling berikutnya adalah ke Singapore bulan Juni 2012. Saya berangkat sendiri dari Jogja dan hanya weekend di Singapore (wuih, nggaya!) karena saya juga harus bekerja di Jogja. Jangan dikira saya orang kaya, karena kartu kredit saja nggak punya. Mau apply, ditolak terus sama bank karena penghasilan minimalnya nggak sampai, hahaha. Maklum, mahasiswa >.< Saya hanya beruntung, dapat informasi tiket promo dan punya akal untuk membeli tiket itu. Tahun 2012 ini saya juga berencana pergi sendirian ke Bangkok pada akhir November dan mungkin ke Krabi pada akhir Oktober (yang ini, rencana awal, perginya bersama pasangan saya, tapi dia mendadak sakit, hiks).

Solo backpacking ada suka dukanya. Bagian suka, ini adalah me time. Mau pergi kemana, berapa lama, terserah, hahaha, nggak perlu mencocokkan selera atau bergantung pada partner backpacking. Berikutnya, dengan "kebebasan" itu, bisa lebih leluasa mengobrol dan berkenalan dengan sesama backpacker. Di tempat tujuan turis, kalau menginap di dorm, bakalan banyak dapat kenalan. Biasanya malah bule-bule ^^ Mau ke obyek apapun sesuka kita lah.

Dukanya, semua harus diatur sendiri. Mulai dari itinerary sampai budgeting. Risiko tanggung sendiri. Maksudnya, kalau nyasar ya nyasar sendirian. Terus nggak ada yang selalu bisa memotret diri sendiri, hahahaha *narsis mode* Nih, terpaksanya foto-foto sendiri pakai kamera HP :p
Songkhla Beach, Hat Yai

Piazza del Popolo, Rome

Kalau backpacker girl seperti saya, harus lebih waspada terhadap godaan para pria nakal. Sarannya Mbak Trinity itu berguna banget lho! Ini saya ingatkan lagi bagi para solo backpacker girls, cara menghindari pria nakal:
1. Bilang kalau sudah punya pasangan (kalau nggak meyakinkan, bilang kalau sudah punya anak-anak yang menanti di rumah)
2. Bilang kalau nggak suka cowok :)) *bohongan, kan gapapa*

Dukanya lagi, kalau mengunjungi negara-negara tujuan TKI blue collar, cewek yang pergi sendirian bakal dapat perlakuan kurang menyenangkan oleh petugas bandara Indonesia! Pasti dikira TKW dan kalau para petugas bandara itu ngomong, terdengar kurang sopan. Kalau di terminal 2 Soetta memang sudah dipisah antara TKI dengan yang turis, tapi di bandara lain belum. Contohnya, di bandara Adisutjipto, sewaktu saya akan ke Singapore sendirian, di pintu masuk ruang tunggu saya disuruh bikin KTKLN! Waktu pulang ke Jogja pun saya dicurigai sebagai TKW dan dipaksa menunjukkan paspor untuk bukti kalau saya bukan TKW... grrr... Malah petugas bagasi meremehkan saya, seolah saya nggak ngerti cara mengisi kartu bea cukai, waduh... Di bandara Bandung juga begitu, tas bakal diperiksa lebih ketat. Kalau ke Eropa dan pakai maskapai timur-tengah, kemungkinan besar solo backpacker girl akan sebel karena bakal sering dikira TKW oleh orang-orang sebangsa sendiri di sana. Percaya deh, itu nggak menyenangkan... Saya sampai pura-pura jadi orang negara tetangga (baca: Filipina) yang cuma bisa bahasa Indonesia patah-patah di pesawat, gara-gara banyak yang tanya "sudah berapa lama kerja di Mekkah? ngapain pulang, mbak?" Padahal saya berusaha membantu mereka memilih menu di pesawat gara-gara pramugarinya pakai bahasa inggris dan mereka nggak mudeng >.< Mending waktu di Hong Kong saya ditanya "dari agen mana?" daripada waktu stuck di timur-tengah... (ceritanya di http://diptadh.blogspot.com/2011/05/hong-kong.html).

So far, saya masih mencari teman untuk backpacking dengan syarat tidak mudah mengeluh. Saya sering berjalan kaki jauh untuk menghemat ongkos, juga tidur di bandara. Saya juga lebih suka obyek-obyek yang menantang daripada shopping. Jadi, bagi pecinta kemewahan, maaf, mungkin kita tidak berjodoh... 

Monday, August 6, 2012

Jajanan Italia

It was my first time going to Europe ^^ I was in Italy, the origin of delicious foods!

Friendly WARNING: bagi yang puasa, mohon dibaca setelah berbuka.


First... my favorite food: PIZZA!
Pizza kotak, roti tebal

Pizza roti tebal, margherita (pasta tomat + mozzarella)

Pizza roti tipis, this is delicious, trust me!
This is margherita + sardines, ukuran kecil, paling murah, sekitar 5 euro -_-" 

Hubungi alamat atau nomer telepon ini, kalau mau beli pizza di atas ;)


Then, GELATO!
*yummy* this is gelato, harganya sekitar 3 euro per porsi

 kaget lihat porsinya, gede banget ^^ chocolate + pistacchio


ITALIANO CAPUCCINO
gratisan di hotel tempat conference ^^ delicious breakfast, not too strong
saran saya: kalau penggemar kopi, pilihlah American coffee, tapi kalau ga kuat, jangan


PANINI
kios panini, pakai mobil, tuh, panini-nya segede itu, sekitar 20x20 cm

panini = sandwich Italia, isinya ada yang chicken, smoked beef, ham (awas haram), dll.

harga panini rata-rata sekitar 4-5 euro


ITALIANO PASTA
free pasta everynight at the dorm! sorry gambarnya gelap, soalnya sambil party di dorm ^^

SANGRIA

friendly warning: mengandung alkohol

Basically, sangria dibuat dari wine + brandy atau tequilla + buah-buahan (biasanya nanas atau lemon/jeruk), disajikan dingin, sehingga rasanya lebih manis dan segar. Enak sih menurut saya :p
Campuran sangria mempengaruhi warnanya. So far, saya menemukan red & green sangria ^^
 
 green sangria + jeruk nipis *yummy* free from the dorm, everynight!

ACQUA GASSOSA
di Italia, plain water biasa mudah didapat karena air di pancuran di pinggir jalan pun bisa diminum dan bisa tetep dingin walaupun udaranya panas ^^
So, orang Italia membuat variasi air minum kemasan: air dikasih gas. Merek yang terkenal adalah San Benedetto.
 
seperti air biasa, tapi lebih segar karena ada gas di dalamnya
mirip air soda Indonesia, tapi lebih soft dan menyegarkan
 

The last: penjual CHESTNUTS, kacang sebesar jengkol, direbus, terus diuapi panas-panas, atau disangrai :D
 penjual chestnuts, mau beli ga jadi soalnya mahal, 1 contong 5 euro...

Bonus track: makanan selama perjalanan

WINE
friendly warning: mengandung alkohol 12-13%
ahem... ini order gratisan di pesawat, biar bisa tidur... jet lagged >.<
 
French red wine - Robert Skalli Languedoc - (kalau ga salah) Syrah Grenache
rasanya... >.< mendingan merlot deh (sayangnya ga ada) 

French white wine - Fortant Skalli - Chardonnay
paling enak dibandingkan gambar atasnya dan bawahnya 

Chile white wine - Caliterra Reserva - Sauvignon Blanc
lebih asam daripada Chardonnay  


ARABIAN RICE (BRIYANI)
Ini dapat makan gratisan di Doha International Airport, Qatar, karena menunggu 9 jam di sana (--"). Nasinya panjang-panjang. Lauknya bisa pilih daging ayam, sapi, kambing, atau vegetarian. Saya pilih daging sapi waktu itu.

Paket makan gratisan di bandara Qatar